"Just because you can't see it, doesn't mean it isn't there" - Laut bukan tempat sampah!

1/15/16

Weekend ke Kantor Gubernur DKI-Jakarta & Museum Nasional yuks!

(14 Nov' 2015)

"Ngabisin wiken di Jakarta aja?"
"Yes, kenapa nggak?"
"Nge-mall?"
"Nope.. banyak yang lebih asik dari nge-mall kok."
"Ciyusss?"
"(-__-!)"

Ada banyak tempat wisata di Jakarta yang bisa kamu dan keluarga kunjungi saat wiken selain ke mall. Kamu bisa berkunjung ke museum, perpustakaan, pelabuhan, stasiun kereta, water park, dan sebagainya.

Nah.. aku mo rekomendasiin dua tempat wisata yang bisa kamu nikmati bersama keluarga or teman or pacar saat wiken tiba. Ga perlu ngeluarin kocek berlebih untuk mengunjunginya. Tempat yang kumaksud adalah Kantor Gubernur DKI Jakarta (aka. Balaikota) dan Museum Nasional (aka. Museum Gajah).

Mau tau jeroan-nya kedua tempat tersebut? yuk cusss.. langsung ke tekape.. ;)

Museum Nasional (Museum Gajah)

Berawal dari nyari tempat jalan-jalan murah tapi tetep fotogenic, ide untuk mengunjungi Museum Gajah pun tercetus.

Wait wait.. tempat yang fotogenik itu opo toh? menurut definisi dari KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia), fotogenik: memiliki wajah dan sikap tubuh yang menghasilkan potret yang menyenangkan.
Jadi, tempat yang fotogenic itu berarti (menurut pendapatku): tempat yang memiliki dan menghasilkan potret yang menyenangkan.. :D

Jadi, Museum Nasional (Museum Gajah) ini fotogenik? yes.. betchull..^^
Dan.. ide ke tempat ini pun kami realisasikan saat wiken.. ^^

Di depan Museum Nasional ^^
Untuk menuju Museum Gajah (Museum Nasional) dengan kendaraan umum sangat mudah.
Kalo kamu menggunakan transportasi kereta Jabodetabek, turunlah di Stasiun Sudirman atau Stasiun Juanda.
  •  Rute dari Stasiun Sudirman: naik TransJakarta (Busway) dari Halte Busway Tohsari - turun di Halte Busway Monas.
  •  Rute dari Stasiun Juanda: naik TransJakarta (Busway) dari Halte Busway Juanda - transit di Halte Busway Harmoni -  lajut dengan naik TransJakarta jurusan Kota - turun di Halte Busway Monas.
Kalo kamu menggunakan transportasi TransJakarta (Busway): naik TransJakarta jurusan Kota, turun di Halte Busway Monas.
Museum Nasional (Museum Gajah) terletak persis di depan Halte Busway Monas.

Untuk masuk ke Museum Nasional (Museum Gajah) tiket yang dibanderol adalah Rp 5.000/orang.
Kalo kamu membawa tas ransel/tas berukuran besar, kamu wajib menitipkannya ke tempat penitipan yang disediakan. Di dalam museum juga dilarang makan dan minum.

(atas) Pintu masuk. (bawah) bagian tengah Museum Nasional

Patung Ganesha & me ^^

Museum Nasional terletak di Jl. Medan Merdeka Barat, No. 12, Jakarta Pusat. Dulu, museum ini dikenal sebagai Museum Gajah karena dihadiahkannya patung gajah berbahan perunggu dari Raja Thailand pada tahun 1871. Tapi sejak tahun 1979, museum ini resmi bernama Museum Nasional Republik Indonesia.

Museum Nasional memamerkan benda-benda bersejarah berupa patung-patung, keramik, kain, dan replika rumah-rumah adat yang ada di Indonesia. Benda-benda tersebut dikelompokkan dalam ruangan yang berbeda-beda.

Ruangan ini khusus memamerkan koleksi kain tradisional dari seluruh wilayah Indoensia

Pose doeloe biar ga disangka hoax.. ^^

Foto atas (kiri) adalah kain Ulos Sadum dari Tarutung, Tapanuli Utara, Sumatera Utara. Kain ini biasa dipakai pada acara yang penuh keceriaan dan sering digunakan sebagai hiasan dinding dan buah tangan. (atas-kanan) adalah baju sulam dari Aceh. Dipakai oleh kaum wanita dalam upacara adat di Takengon, Gayo, Aceh. (bawah) adalah kain sutra benang emas dari Singaraja, Bali. Fungsinya sebagai pelengkap dalam upacara adat.

Selain melihat peninggalan-peninggalan sejarah Indonesia di masa lalu, di waktu-waktu tertentu di bagian tengah museum digelar pementasan teater oleh Teater Koma. Durasi pementasannya tidak lama, hanya sekitar 10-15 menit, dan dibagi 2 sesi. Untuk info lebih lanjut pementasan Teater Koma di tempat ini, silahkan join FB: Akhir Pekan di Museum

Di Ruang Keramik, yang dipamerkan bukan hanya keramik dari Indonesia saja, tetapi juga dari mancanegara seperti Myanmar, Vietnam, Jepang, China, dsb.

(gbr atas) adalah Rumah Adat Sumatera yang berciri khas rumah panggung.

Kantor Gubernur DKI Jakarta (Balaikota)

Setelah puas keliling Museum Nasional, aku, Dewi, dan Mendi melanjutkan jalan-jalan kami ke Kantor Gubernur DKI Jakarta (aka. Balaikota) dengan berjalan kaki.

Dari Museum Nasional ke Kantor Gubernur DKI Jakarta (Balaikota) memang bisa ditempuh dengan jalan kaki. Selain menyehatkan, jalan kaki di sepanjang trotoar depan Monas, sangat menyenangkan. Trotoarnya lebar, ga ada pedagang kaki lima, dan ditumbuhi pepohonan rindang.. adem beudd.. ^^

Kalo kamu mau jalan kaki ke Kantor Gubernur DKI Jakarta (Balaikota), arahkan langkah kamu ke perempatan Patung Kuda. Dari situ belok ke kiri, kira-kira 200 m kamu akan menjumpai Kantor Gubernur DKI Jakarta atau Balaikota. Atau kalo masih bingung, tanya aja sama orang di sekitar situ, "Kantornya Ahok dimana?" pasti ditunjukin.. :D

Balaikota - Kantor Gubernur DKI Jakarta

Kantor Gubernur DKI Jakarta atau Balaikota Jakarta ini terletak di Jl. Merdeka Selatan no. 8-9, Jakarta Pusat. Sejak 12 September 2015, gedung ini dibuka untuk umum sebagai tujuan wisata di Jakarta.

Waktu kunjungan hari Sabtu-Minggu, mulai pkl. 10.00 - 17.00 WIB (untuk area dalam, lantai dasar). Sedangkan untuk area luar gedung dibuka dari pkl. 10.00 - 20.00 WIB. Tiket masuknya gratis!

Kebetulan saat kami menyambangi Balaikota, ada gerombolan orang (sepertinya dari sebuah klub/organisasi) yang sedang berkunjung juga. Jadilah, kami membaur dengan rombongan tersebut dan ikut menikmati informasi yang disajikan oleh guide..^^

(atas-kika): ruang transit tamu, ruang meeting. (bawah-kika): ruang meeting, ruang tamu

Hanya lantai dasar saja yang dibuka untuk umum.

Mau foto bareng Gubernur DKI Jakarta, Ahok? bisa kok... ^^

(atas-bawah): ruang pameran foto para mantan gubernur DKI, tangga menuju Balai Agung.

Selain bisa melihat ruangan di lantai dasar, di sini kita juga bisa menyaksikan sajian film Indonesia diputar di ruang Balai Agung. Film yang disajikan setiap minggu berganti-ganti, jadi jangan khawatir bakalan bosen yah.. ^^

Sewaktu kami memasuki Balai Agung, saat itu sedang ada pemutara Film "Hafalan Shalat Delisa" dan Balai Agung saat itu penuh disesaki oleh anak-anak berseragam sekolah SD, SMP, dan SMA. Mereka menempati kursi-kursi yang memang disediakan, dan sebagian lagi duduk lesehan di belakang (termasuk kami ^^) *numpang ngelurusin kaki yang pegel sambil nonton film asik lho.. ruangannya ber-AC pulak..^^

Nonton film di Balai Agung

Usai pemutaran film, usai pula kunjungan kami di Balaikota Jakarta. Sebelum beranjak pergi, kami mampir dulu ke area kuliner yang disediakan di sebelah Gedung Balaikota.

Di sini banyak penjual makanan dan minuman khas Betawi dan daerah-daerah lain di Indonesia. Ada dodol betawi rasa duren (ini rekomen banget untuk dibeli, rasanya enakkk.. harganya hanya Rp 10.000/pcs), ada bir peletok, kerak telor, somay bandung, soto, berbagai keripik, ice cream, jus, dan sebagainya. Harga makanan di sini pun tergolong murah, mulai dari Rp 2.000.

Jajanan pasar dan produk tekstil yang dijual di Balaikota

Selesai makan kami beranjak ke gedung di sebelah Balaikota, di situ ada ruangan pameran yang berisi produk-produk tekstil karya UKM, seperti pakaian, alas kaki, gelang, kalung, dan sebagainya.

Di luar gedung pameran ada live music yang menghibur pengunjung yang datang ke Balaikota. Di sini kamu ga hanya bisa mendengarkan lagu tapi bisa menyanyi bersama dengan grup band di atas panggung sederhana, mayanlah bisa asah vokal.. ^^

Wefie sambil nikmati live music ^^

Alhamdulillah.. nemu lagi satu alternatif wisata di Jakarta yang murah tapi ga murahan.. ^^
Yuks, ajak istri, anak, suami, pacar, tetangga, sodara kamu, wiken jalan-jalan ke Museum Nasional dan Balaikota Jakarta.. see yaa.. ^^


Salam

Ifa Abdoel


No comments:

Post a Comment