"Just because you can't see it, doesn't mean it isn't there" - Laut bukan tempat sampah!

6/11/15

Bermalam di Stasiun dan Bandara

Tiba tengah malam di bandara atau stasiun kereta atau terminal bus memang menyebalkan. Betapa tidak, perasaan was-was pasti langsung muncul karena di saat sebagian orang terlelap dalam tidurnya, sebagian lainnya justru mulai terjaga, bergerilya mencari korban.

Berada di terminal bus/stasiun/bandara saat tengah malam menjadi hal yang sangat rawan bagi penumpang, terutama penumpang wanita. Wanita adalah kaum yang paling rentan terserang tindak kriminalitas di area public di malam hari, apalagi jika bepergian seorang diri.

Beberapa waktu lalu aku melakukan perjalanan seorang diri. Dalam perjalanan pulang, beberapa kali aku tiba tengah malam/menjelang dini hari di bandara, terminal bus, maupun stasiun kereta di Jakarta.

Berangkat dari pengalamanku tiba tengah malam atau menjelang dini hari tersebut, berikut beberapa hal yang aku lakukan agar terhindar dari tindak kriminalitas saat tiba tengah malam/menjelang dini hari di bandara/terminal bus/stasiun kereta api.

Semoga tips ini berguna (terutama) bagi para ladies, walaupun sebenarnya kejahatan bisa terjadi dimana saja, kapan saja, dan bisa menimpa siapa saja.. *amit-amit ye..mudah-mudahan ga kejadian sama kita (kriminalitas-red), aminn..*

Stasiun KA Senen

Bermalam di Stasiun KA Senen

Stasiun Kereta Api (KA) Senen adalah salah satu stasiun yang paling banyak diinapi orang-orang yang kemalaman tiba di Jakarta. Pasalnya, stasiun ini adalah stasiun terakhir yang menjadi tujuan Kereta Jawa. Semua penumpang kereta turun di stasiun ini tanpa kecuali. (Kereta Jawa adalah sebutan bagi rangkaian kereta yang melintasi wilayah-wilayah di Pulau Jawa).

Stasiun KA Senen ini khusus melayani penumpang yang menggunakan kereta ekonomi. Untuk kelas bisnis maupuan eksekutif dilayani di Stasiun Gambir.

Bagi penumpang yang tidak dijemput oleh sanak familinya atau tidak menggunakan layanan taksi/ojek, biasanya memilih untuk bermalam di stasiun tersebut daripada memaksakan diri pulang. Karena pagi hari dianggap waktu yang tepat jika ingin menggunakan kendaraan umum.

Untuk menginap di Stasiun Senen, para penumpang harus keluar dari area peron (keluar gedung). Penumpang tidak diijinkan menginap di area peron.

Tapi jangan khawatir, Stasiun Senen menyediakan fasilitas karpet di lantai depan mushola stasiun, yang digelar untuk kenyamanan penumpang yang bermalam. Jika hari libur dan penumpang membludak, biasanya karpet di depan mushola penuh terisi penumpang yang beristirahat (di dalam mushola tidak diperkenankan untuk tidur. Mushola ditutup usai isya dan dibuka kembali saat subuh).

Bagaimana dengan mereka yang tidak kebagian tempat di karpet depan mushola? Well.. mereka harus rela beristirahat di lantai di depan mini market/restoran atau di selasar stasiun tanpa alas.. *harus tahan dingin ya cuy.. :p

Bermalam di Stasiun Senen cukup aman karena banyak petugas berseragam yang berjaga-jaga, walaupun pihak luar (yang tidak berkepentingan) bisa masuk dengan leluasa hingga ke wilayah loket. Tapi tetep kudu waspada ya cuy...

Jika kamu tidak mau tidur, kamu bisa nongkrong di beberapa restoran yang tersebar di Stasiun Senen. Seperti Dunkin Donuts, Sevel, Es Teler 77, dsb.

Untuk fasilitas toilet, di buka hingga kereta terakhir tiba (menurut kalimat yang tertera di depan toilet), which is sepanjang pengetahuan gue, kereta yang tiba di Stasiun Senen itu non-stop bro.. it's means toiletnya buka 24 jam :p

Stasiun Senen (foto by. google)

Bermalam di Stasiun KA Jatinegara

Stasiun KA Jatinegara adalah stasiun kereta favoritku saat tiba di Jakarta. Jika aku pergi keluar kota dengan menggunakan moda transportasi kereta ekonomi, biasanya aku turun di stasiun ini karena lebih dekat dengan rumah.

Tiba tengah malam maupun menjelang dini hari di Stasiun Jatinegara tidak lantas membuatku takut. Pasalnya, Stasiun Jatinegara telah bertransformasi menjadi stasiun yang rapih, bersih, dan modern.

Menurutku, stasiun ini lebih nyaman untuk dijadikan tempat bermalam daripada Stasiun Senen. Karena untuk bermalam aku tidak harus keluar dari area peron. Berbeda dengan Stasiun Senen yang harus keluar dari area peron (di Stasiun Senen tidak diijinkan menginap di area peron).

Udeh gitu, pada malam hari (di atas pkl. 23.30 malam) hingga menjelang subuh, orang-orang yang berada di dalam stasiun adalah orang-orang yang baru saja turun dari kereta yang datang dari luar kota Jakarta.

Kamu tidak akan menemukan orang-orang yang menggunakan kereta Commuter Line pada jam-jam tersebut, karena kereta Commuter Line terakhir yang tiba di Stasiun Jatinegara adalah pkl. 23.30. Kamu juga tidak akan bertemu dengan supir taksi, tukang ojek, dan  orang-orang yang tidak berkepentingan lainnya di dalam area peron. Stasiun ini lebih steril.

Kalo kamu ingin bermalam di stasiun Jatinegara, kamu bisa duduk atau tiduran di lantai stasiun atau di kursi-kursi tunggu yang terletak di peron stasiun atau rebahan di mushola.

Keamanan di stasiun ini juga terjaga. Banyak petugas berseragam PKD yang berjaga-jaga 24 jam. Dan jangan khawatir soal kebersihan, stasiun ini bersih kok.. dua jempol deh buat Stasiun Jatinegara :)

Di dalam stasiun juga tersedia mini market seperti sevel yang buka 24 jam. Sehingga untuk kamu yang ingin menghangatkan diri dari dinginnya malam, kamu bisa membeli teh atau kopi hangat sambil ditemani sebungkus roti atau snack. Toilet di stasiun ini juga buka 24 jam.

Area peron Stasiun Jatinegara (foto by google)

Bermalam di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta

Once upon a time, aku pernah tiba di Bandara Soekarno Hatta Terminal 3 pada pk. 01.20 pagi. Begitu keluar dari bagian imigrasi, aku tidak langsung keluar gedung Terminal 3, melainkan melipir di sebuah kursi panjang yang letaknya di depan lift di depan mushola, lantai dasar.

Di kursi panjang tersebut aku beristirahat (aka. rebahan) sambil menunggu pagi tiba. Yeup.. aku mau pulang menggunakan moda transportasi bus Damri. Jam segitu bus Damri belum beroperasi. Aku harus sabar menunggu beberapa jam lagi.

Alhasil daripada menunggu di luar gedung (di luar gedung juga ada kursi tempat rebahan tapi bercampur dengan para penjemput, supir taksi, dan orang-orang lainnya), aku merasa lebih aman menunggu di dalam gedung.

Selain di kursi panjang di depan musolah, sepertinya juga bisa menginap/bermalam di kursi tunggu di lantai 2, tapi aku belum pernah melakukannya. Walaupun begitu, istirahat di kursi panjang juga endess bro.. ;) Jadi, jangan takut kalo kemalaman di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta yaks.. nginep di situ aman kok ;)

Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Jakarta (foto by google)

Terminal Bus Kampung Rambutan

Nah.. kalo nginep di Terminal Bus Kampung Rambutan sih belom pernah ya.. karena area tunggu di terminal ini menurutku kurang nyaman, tidak steril dari pihak-pihak luar. Tapi, aku pernah tiba dini hari di terminal ini.

Waktu itu aku tiba sekitar pk. 01.30 pagi di Terminal Bus Kampung Rambutan. Aku tidak lantas turun di dalam terminal, tetapi meminta pada supir bus agar menurunkanku di depan terminal. Sebab, di depan terminal banyak moda transportasi yang tersedia seperti taksi, ojek, atau pun angkot. Kamu bisa memilih salah satu dari moda transportasi tersebut untuk pulang ke rumah.

Jika kamu memutuskan untuk naik angkot, naiklah angkot yang rutenya melewati Pasar Rebo. Karena di Pasar Rebo lebih banyak angkutan umum lainnya dan suasananya lebih ramai dan terang. Jarak dari Terminal Kampung Rambutan ke Pasar Rebo sekitar 1 km.

Terminal Kampung Rambutan (foto by google)

Well... that's it, semoga informasi ini bermanfaat buat teman-teman traveller, terutama buat para ladies ;)
Have a nice travelling.. tetap selalu waspada dan jangan lupa berdoa yaks.. ;)



Salam


Ifa Abdoel

15 comments:

  1. trimakasih infonya...
    sangat menarik dan bermanfaat...
    mantap deh pokoknya...
    kunjungi balik yah nonton flim online di: http://inibos.com

    ReplyDelete
  2. Wah, hebat! Saya sampai sekarang masih gak berani nginep di stasiun kereta api. Sampai Madiun jam 1 malam pun, tetep langsung cari becak buat ngantar ke hotel. :P

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehe..bukan hebat kali, tapi stasiun senen & jatinegara emang aman kok utk diinapi (walopun tetep kudu waspada).. :D

      Delete
  3. emang klu di jatinegara gapapa klo gak keluar peron??

    ReplyDelete
    Replies
    1. gpp kok klo ga keluar peron.. ga bakal diusir :)

      Delete
  4. makasih mbak artikelnya, lumayan buat referensi mau nginep di stasiun minggu depan soalnya kereta dtg dini hari, hehe..

    ReplyDelete
  5. Maksih Mbak,,artikelnya sangat membantu sekali.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mbak sy mau tanya. Klu sy tiba di bandara soetta jam 14:30 terus menuju stasiun senen, padahan keberangkatan kereta ke jawa jam 21:00, enaknya sy tunggu dimana ya? Klu bs sekalian nunggu jg bs nyari man utk buka puasa. Thanks atas bantuannya.

      Delete
    2. Hi there..di senen ada spot kece utk bukber. Letaknya di dpn jln làyang di dpn halte busway, disitu byk makanan khas padang yg enyak2..cocok utk buka puasa, sambil nunggu buka, km bs jjs di mall atrium dkt st.senen. smoga membantu..:)

      Delete
  6. Nice post mba,
    Sekarang kalo nyampenya di jatinegara pagi bgt (pukul 00:00 sd 04:00), sering ga bisa nunggu (tidur) di kursi-kursi peron, diusir ama PKD. Tapi kalo nunggu lesehan di lantai/ tangga peron sejalur depan sevel masih boleh.
    Kl di stasiun gambir bisa gak si menunggu pagi di dalem? kan banyak kursi tu di lantai 2nya, sepertinya nyaman. belum pernah nyoba krn gak ada akses KRL.

    ReplyDelete
    Replies
    1. oo skrg udh ga bole ya nunggu di peron? *noted
      sy kurang tau klo digambir bs nunggu diperon ato nggak. cuma, setau sy digambir malah lbh byk tmpt nongkrong 24 jam di luar peron spt restoran, cafe & hotel di stasiun. plus bs nunggu pagi di kursi tunggunya (di lantai bawah, di luar peron).
      banyak pkd-nya, jd insyaAlloh aman. tp tetep aja kudu waspada ya.. ;)

      Delete
  7. Nice info mba.
    Mo tanya mba. Es teler 77 ada didlm stasiun atau harus keluar lg?
    Thanks sblmy

    ReplyDelete