"Just because you can't see it, doesn't mean it isn't there" - Laut bukan tempat sampah!

1/20/11

Penghujung Tahun Di Ujung Kulon - part 1.

"Trust your feeling... It wont let you down.."

Sebuah perjalanan yang seharusnya menyenangkan...
Sebuah perjalanan yang tidak aku duga sebelumnya...
Penyesalan itu selalu datang terlambat...
Merencanakan liburan sendiri ala backpacker ternyata jauh lebih menyenangkan...:p

Alih-alih ingin merasakan liburan santai tanpa perlu susah payang meng-arrange segala sesuatunya, ternyata liburanku harus berakhir dengan menelan pil pahit... hicks!

why?
here's my story...

Aku langsung menyatakan keiikutsertaanku saat seorang teman (Febri) mengundangku untuk merayakan malam pergantian tahun (dari tahun 2010 menuju 2011) di Taman Nasional Ujung Kulon, Banten. Alasannya sederhana, pertama, ingin menuntaskan rasa penasaranku terhadap objek wisata yang satu ini.

Kedua, walaupun terselip ragu (karena tidak terbiasa menggunakan jasa TO), kapan lagi aku bisa jalan ke Ujung Kulon (mengingat perjalanan ke UK butuh waktu yang lebih lama/panjang sehingga harus mengajukan cuti kantor).

Sebelumnya, aku memang pernah merencanakan trip ke Ujung Kulon ala bekpeker, tapi sayang... waktu itu peserta tidak mencukupi alias kurang (untuk menekan budget, aku butuh 13 orang tapi yang bisa ikut hanya 9 orang-red).  

So, begitu ada tawaran ke Ujung Kulon dengan menggunakan jasa TO dengan tarif 'tidak terlalu jauh dari budget', aku langsung setuju.
Apalagi teman yang mempromosikan jasa TO ini meyakinkanku bahwa ia sering berpergian dengan menggunakan jasa TO ini. Jadi, aku berkesimpulan bahwa TO yang akan kami pakai sudah berpengalaman dan dijamin perjalanan akan menyenangkan...
So,why not? Untuk trip kali ini aku harus membayar sebesar Rp. 650 rebu *beuh..* (all in).

Jakarta - Sumur (Day 1, 30-12-2010)
Sekitar pkl. 19.00 WIB aku sudah tiba di halte busway yang akan membawaku ke Lebak Bulus. Kebetulan meeting point kami berada di stadion Lebak Bulus.

Berbagai persiapan yang diperlukan untuk menuju Ujung Kulon sudah aku lakukan. Dengan menggunakan jasa busway, aku tiba di Stadion Lebak Bulus sekitar pkl. 20.30 WIB. Di tempat itu ternyata neng Irma dan Amil sudah menunggu. Mereka peserta trip pertama yang datang on time... gud... gud... ^.^

Ada 20 orang peserta yang ikut serta dalam trip ini, yakni 6 orang cowok (Rahmat, Danang, Danil, Febri, Agung, Dian dan Amil) dan 14 cewek (aku, Irma, Mbak Ninuk, Mila, Sari, Nia, Beta, Ika, Windi, Holy, Neni, Mbak Erna, Yani, Feni). Ditambah panitia 4 orang.

Setelah semua peserta berkumpul, kami pun meninggalkan Stadion Lebak Bulus dengan menggunakan bus non AC Hiba Utama sekitar pkl 23.00 WIB.

Di dalam bus...

Aseli lho... bus yang kami gunakan sangat tidak nyaman, maklum deh, namanya juga non AC. Selain bus yang sering 'ngeden' (meminjam istilahnya neng Irma, 'ngeden = sering ngerem mendadak'... :p), yang bikin ngeri... bus ini tidak kuat untuk melaju di jalan yang menanjak.. :p  Alhasil, beberapa kali mesin bus harus mati... @_@
Jadilah malam itu aku dan teman-teman tidak bisa tidur dengan nyenyak....hicks!

Sumur - P. Peucang (Day 2, 31-12-2010)

Alhamdulillah, sekitar pkl. 05.00 WIB, kami tiba juga di desa Sumur, Kec. Sumur, Kab. Pandeglang-Banten. Di desa Sumur kami menumpang sholat subuh di mesjid sekaligus membersihkan diri.

 Mesjid dan bus yang kami gunakan...

 Dimana-mana kudu narsis... ^_^

 Suasana desa Sumur dan pasar ikan di pagi hari...

Setelah makan pagi dan berjalan-jalan di sekitar pasar, kami pun bergerak menuju kapal kayu yang akan mengantar kami ke Pulau Peucang. Berhubung dermaga Sumur sedang rusak, kami harus menggunakan jasa perahu kecil untuk mengantar kami sampai ke tengah (tempat kapal melabuhkan jangkarnya).

Menuju kapal kayu...

Perjalanan menuju Pulau Peucang memakan waktu  kurang lebih 3 jam. Tiga jam yang memabukkan... terrrlalluuu *ala Roma Irama*... halaahhhh...
Betapa tidak, selama tiga jam kapal kayu yang kami tumpangi terombang ambing di lautan lepas. Bahkan, sesekali nakhoda kapal sengaja mematikan mesin kapal saat kapal menerjang gelombang tinggi, heuuuu... enegggg bangettt..... @_@

Untunglah kami tiba dengan selamat di Pulau Peucang. Waktu sudah menunjukkan pkl. 11.50 WIB.
Pulau Peucang merupakan sebuah pulau kecil yang bisa dikatakan merupakan pusat Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK). Pasalnya, informasi seputar wisata di TNUK bisa kita temui di sini, termasuk tempat penginapan dan tetek bengeknya...^_^
Buat temen2 yang pengen ke Ujung Kulon ala bekpeker, bisa membeli buku travel Journey To Amazing Sites , Pengarang: Ifa Abdoel, Penerbit: Elex Media Komputindo -  Gramedia group. Di buku tersebut diulas lengkap, sarana transportasi, tip backpacking, hingga akomodasi di Ujung Kulon. Tak hanya itu, buku tersebut juga memuat perjalanan wisata ke tempat-tempat eksotik lainnya di Indonesia ala bekpeker.

Narsis di dermaga dolo yakk.. ^_^

Nyampe juga di P. Peucang... ^_^

Di P. Peucang, kami menginap di kamar tipe bevak (barak yang terbuat dari kayu). Di dalam bevak tersedia 5 buah kasur kapuk berikut bantalnya. Satu lagi, kamar bevak ini 'full of dust' dan terlihat kumuh (tidak terawat)... so, buat yang alergi debu (like me... :p) selamat berbersin-bersin riaaaa..... @_@

Ini dia binatang2 yang selalu berkeliling di sekitar penginapan.
Kijang, Babi n Nyetmo... ^.^
Hati-hati sama Nyetmonya... galak, suka ngambil makanan n ngacak2 barang... :O

Setelah meletakkan barang-barang di dalam bevak, perutku terasa keroncongan. Rasa lapar begitu menghantui... pengen makannnnn.... Tapi sayang, sang TO belum menyiapkan makanan untuk kami alias belum masak... @_@
Akhirnya, kami memutuskan untuk snorkeling sebentar di perairan P. Peucang sambil menunggu makan siang tiba.

Pantai Pulau Peucang sangat bersih... pasirnya pun berwarna putih dan halus... ^_^
Di pantai ini aku juga tidak menemukan sampah plastik seperti kebanyakan pantai di P. Jawa...

Pantai P. Peucang

Dermaga P. Peucang.

Narsis dolo... teuteup... ^_^

Usai narsis di pantai, it's snorkeling time... ^_^ (berharap melihat pemandangan bawah laut yang indah)... tapi yang aku temui? hanya pasir, pasir, pasir... dan karang mati...
Walaupun begitu, beberapa kali aku sempat terlihat ikan jenis groupies bergerombol berenang di perairan dangkal. Tetapi intinya, di tempat ini kami tidak menemukan spot snorkeling yang bagus... hicks! :'(

Yang bikin tambah parah, di tempat ini aku baru benar-benar menyadari bahwa masker milikku 'bocor' alias damage... hicks! hicks!... @_@
Untunglah neng Irma mau berbaik hati memberi pinjaman... tengkyuu... ^_^

Sekitar pkl. 14.30 WIB, kami selesai snorkeling dan bergegas kembali ke penginapan. Rasa lapar di perut sudah tak tertahankan (sedari tadi kami semua belum makan siang...:p). Agak bergegas aku menuju ke penginapan. Tapi ternyata... makan siang belum juga siap... ckckckck gubrakkk... :O

Sambil menunggu makan siang (atau sore ya??? ) aku memutuskan untuk membersihkan badan (mandi-red). Sekitar pkl. 15.00 WIB, makan siang menjelang sore, baru tersedia.... lama betulllllllll..... @_@
Mungkin karena terlalu lama perut kosong, rasanya sudah tidak nafsu lagi untuk mengunyah makanan yang ada di depanku (perut udah keburu kembung angin... hicks!). Menu siang itu, nasi + mie + tempe goreng + buah melon. Untung saja makan 'sore' hari itu diselamatkan oleh rendang yang dibawa Mila... ^_^

 Saat makan siang menjelang sore... (foto: febri)

Makan siang ditemani kijang yang mupeng... ^.^ (foto: irma)

Waktu sudah menunjukkan pkl. 16.00 WIB saat sang ketua TO yang bernama (Ahmad Riza alias Ariz alias Bogel) meminta kami untuk bersiap-siap.
"Hmmm... agenda hari ini apa ya?" pikirku.
Menurut penjelasan ketua TO, saat ini waktunya kami mengunjungiCibom (Tanjung Layar).

Aku hanya mengangguk mendengar penjelasan sang ketua. Tapi tiba-tiba, ranger (polisi hutan) yang kebetulan ada di situ mengatakan bahwa tidak mungkin bagi kami mengunjungi Cibom saat ini, karena waktu yang sudah terlalu sore.
"Lagi pula, kano untuk ke Cibom lagi rusak, jadi harus berenang kalo mau ke sana (Cibom-red). Makanya, bahaya kalo ke Cibom sekarang, udah kesorean," lanjut sang ranger.
Akhirnya setelah berdiskusi sebentar, diputuskan untuk pergi ke Karang Copong.

Karang Copong

Karang Copong masih terletak di P. Peucang. Menurut sang ranger, untuk menuju lokasi ini, kami harus tracking (berjalan kaki) sekitar 1 jam. Wokehlah... berburu dengan waktu, kami pun bergegas berangkat menuju Karang Copong.

Sore itu matahari masih membagi semburat sinarnya sehingga jalur tracking yang melewati hutan lindung masih terlihat dengan jelas. Selama perjalanan pak ranger (polisi hutan) bercerita padaku bahwa hutan yang kami lewati ini masih dihuni oleh binatang buas seperti ular dan harimau. Bahkan beberapa hari yang lalu, saat dua orang ranger sedang melakukan patroli hutan, mereka menemui sepasang jejak ular sanca yang panjangnya kira-kira 8 -10 m... haahhh??... seyemmm... @_@

Tracking menyusuri hutan...

Selama perjalanan di dalam hutan, beberapa kali aku melihat rusa-rusa liar (jantan dan betina) sedang memperhatikan kami dibalik rimbunnya pepohonan. Menurut pak ranger, rusa-rusa tersebut memang rusa liar yang hidup bebas di hutan. Rusa-rusa tersebut berbeda dengan rusa yang berkeliaran di penginapan kami (yang notabene lebih jinak-red).

Sekitar 10 menit berjalan kaki, kami menjumpai sebuah pohon beringin tua, namanya pohon Kiara. Konon, menurut pak ranger, pohon beringin tersebut sudah tumbuh di tempat itu sejak tahun 1883 (bertepatan dengan meletusnya gunung krakatau), weedeww.... ini dia potonya...

Pohon beringin yang berdiri sejak tahun 1883.

Setelah narsis sebentar di dekat puun beringin, perjalanan kami lanjutkan. Tak banyak yang kami temui di dalam hutan, selain rusa-rusa, pepohonan, suara serangga, monyet dan suara-suara burung (burungnya pada ngumpet cuy...). Saat tracking inilah salah satu tali sandal gunung yang aku pakai terlepas (copot) akibat tersangkut di tanah becek dan berlumpur... :p

Hampir sekitar 1 jam 15 menit kami berjalan... (meleset dari perkiraan), akhirnya kami tiba di pos perhentian pertama. Di pos perhentian ini kami beristirahat sebentar sambil menikmati indahnya pantai di sore hari. Di pantai ini banyak sekali keong (siput) maupun kerang yang bentuk dan warnanya sangat menarik...^_^

Ada yg sibuk mencari kerang/siput, ada yg putu2, ada juga yg nyebur...

Kalo gue mah milih narsis deui narsis deui... ^_^

Lagi asik-asiknya menikmati suasana pantai, tiba-tiba kami dikejutkan dengan turunnya hujan rintik-rintik (gerimis). Walhasil, kami pun berteduh sebentar di dalam pos (gubuk kecil yang ada di tepi pantai). Selang 5 menit kemudian, kami melanjutkan perjalanan menuju Karang Copong.

Setelah 10 menit tracking, kami tiba juga di Karang Copong. Mau tau seperti apa tempat yang disebut dengan Karang Copong? ini dia gambarnya... ^_^

View Karang Copong.

View Karang Copong.

Narsis 4ever... ^_^

Hanya sektiar 15 menit kami berada di Karang Copong, karena gerimis kembali datang. Khawatir kemalaman di jalan, kami pun bergegas turun menyusuri  hutan untuk kembali ke penginapan. Waktu sudah menunjukkan pkl. 18.00 WIB.

Karena sendal gunung yang aku pakai 'cacad' (a.k.a. talinya putus... :p) maka aku harus berjalan ekstra hati-hati untuk menghindari putusnya tali sendal yang lainnya. Alhasil, aku pun masuk dalam deretan peserta paling akhir (belakang) yang tracking menyusuri hutan... hicks!

Malam pun menjelang... suasana hutan masih ramai dengan suara-suara serangga. Aku, Dian, ditemani sang ketua TO berjalan beriringan, sambil terus ngobrol ngalor-ngidul (sekedar mengusir rasa tidak nyaman karena harus tracking menyusuri hutan di malam hari... hicks!). Berbekal senter di tangan, kami menembus lebatnya hutan...

Setelah sekitar 1,5 jam jalan kaki, akhirnya kami tiba juga di penginapan. Alhamdulillah... legaaaaaaaa... rasanya hatiku melihat sinar lampu-lampu dari penginapan.

Yang ini namanya penginapan Wisata yang dikelola oleh pihak swasta. 
Harga sewa penginapan ini paling mahal.

Saat menuju penginapan di malam hari inilah aku sempat melihat seekor ular belang berwarna putih hitam berukuran kecil. Sayang, ketika ular tersebut hendak kuabadikan dengan kamera, setting-an di kameranya ngaco... blur dah gambarnya... :p

Setibanya di penginapan, tentu saja perut kami keroncongan, alias laperrrr... dan makan malam kali ini pun harus menunggu. Menu makan malam hari itu telur dadar + nasi + tempe orek.

Sayangnya... saat menunggu nasi matang, tiba-tiba babi-babi yang berkeliaran di sekitar penginapan menyerbu ke arah makanan yang dihidangkan di atas tikar (abis nggak ada yang jagain makanannya sih... @_@).
Alhasil, tersentuhlah telur dadar yang menjadi lauk kami oleh sang induk babi... :p

Yasudlah... kami kembali harus menahan lapar karena lauk yang ada (tempe orek) tidak cukup untuk kami makan... huhuhu hicks! :((
Akhirnya, panitia mengganti telur dadar tersebut dengan nugget yang juga jumlahnya sedikit (banyak yang nggak kebagian... :p).

Sekitar pkl 21.00 WIB, panitia baru selesai membakar satu ikan yang cukup besar. Senang rasanya malam itu bisa mencicipi makan yang 'mendingan'. Tapi ternyata, ikan yang dibakar belom matenggggg... gubrakkkk... @_@
Untung saja neng Irma membawa abon kering yang mantafff...
Selamatlah makan malam 'yang kemaleman' hari itu... :p

Ada satu hal yang kurang, yang justru aku tunggu-tunggu sedari siang. Yaitu, minum kopi dan teh! Menurut itinerary yang aku terima, panitia menyediakan teh, kopi dan jahe. Tapi buktinya??? tak satupun dari minuman itu yang disediakan panitia... (tau gitu aku bawa kopi sendiri deh dari rumah... huuhh!....).

Setelah makan malam sebagian dari kami beranjak menuju dermaga untuk menghabiskan sisa akhir tahun (karena malam ini malam pergantian tahun 2011). Sebagian lainnya memilih untuk tidur (termasuk aku). Pasalnya, acara bakar-bakar yang tadinya digembar-gemborkan pihak panitia ternyata tidak ada...
(yaealahh... panitia hanya membeli satu ikan yang cukup besar yang akhirnya menjadi lauk makan malam kami. Jadi udah kehabisan lauk... hadoooohhhh... ).

Tepat pkl 00.00 WIB, tanggal 1 Januari 2011, aku terbangun karena kudengar suara petasan menggelegar dari arah dermaga.
"Hmm... ada yang bawa petasan rupanya," pikirku. 
"Selamat Tahun Baru 2011 semua....," batinku sambil memejamkan mata, terlelap kembali... :)


bersambung.... Penghujung Tahun di Ujung Kulon - part..2



note:
  • Sory tanggalan di kameranya salah (nggak di set dulu soale...hehehe), makanya tanggal yg tercantum dalam foto tdk sesuai... hehehe... pisss ^_^
  • Selain itu, jangan bawa petasan/kembang api kalo ke Ujung Kulon ya... karena itu bisa mengganggu binatang-binatang yang ada di sana... ^_^

Salam,
Ifa Abdoel

2 comments:

  1. wahh aku jadi merasa berdosa padamu Fa, gara-gara guidenya yg super duper OON... nggk lagi ikut tripnya dia deh seumur hidup..

    I'm sorry Fa....hiks!!

    ReplyDelete
  2. I accepted ur appologize feb... :)
    Like I said... regret always comes too late.
    Try to learn sincere and patient, but those two things are very difficult to do... :p

    ReplyDelete