cerita sebelumnya Ruins of Angkor
Angin sejuk menerpa wajahku yang masih bersimbah peluh. Bersama Hom, aku menuju Preah Khan Temple.
Jarak antara Kompleks Angkor Thom dan Preah Khan lumayan jauh. Butuh waktu sekitar 15 menit agar sampai di Preah Khan Temple.
Walau pun cuaca sangat panas, tapi tidak terasa olehku karena di sepanjang jalan tumbuh subur pepohonan yang rindang. Beberapa kali kami berpapasan dengan wisatawan asing yang asyik menggoes sepedanya... (salut buat yang memilih naik sepeda, karena jarak candi yang satu dengan candi lainnya berjauhan lho... itu betis kalo bisa ngomong pasti udah teriak tuh... "I need rest.. I need rest..,"kata betis... ckckck... ngayal.com :O)
Preah Khan Temple
Hom menungguku di warung makan yang berjejer di depan kuil. Di pintu masuk, aku dihadang oleh dua orang petugas. Mereka memeriksa tiket dan memastikan apakah wajahku sama dengan foto pada tiket, hayyyaahhh ... :p
"Where do you come from?" tanya petugas.
"Indonesia."
"Oo.. Malingsia," kata petugas sambil manggut-manggut.
siyyyaall... dikira malingsia! grrrrr.... bikin gue gaharrr aje nih orang... *be-taring... @#$@#*%
mencoba merangkai kembali memori yang sempat terlupakan... ceileee... ;D
"Just because you can't see it, doesn't mean it isn't there" - Laut bukan tempat sampah!
12/23/11
11/10/11
Ruins of Angkor
Day 3, (12 Oct' 2011)
Sekitar pkl. 06.30 pagi aku sudah nangkring di restoran hotel yang berada di lantai 2. Pagi itu aku memilih duduk di pinggir dekat taman, ditemani bunga-bunga anggrek berwarna-warni yang kelopaknya bermekaran riang. Aku memesan menu hot milk tea dan banana pancake.
Selang sepeminuman teh, seorang pelayan wanita datang membawa pesananku. Aku hanya bisa tersenyum simpul saat melihat banana pancake yang aku pesan. Pancake = kulit kue dadar yang di dalamnya diisi pisang matang yang dipotong miring... Tak ada selai, madu atau apapun untuk membuat rasanya jadi manis... ;))
![]() |
| sarapan pancake dan hot milk tea di restoran ;) |
Tak hanya itu, makanan yang disajikan pun dalam porsi jumbo (-_-*)
Uang yang harus aku keluarkan untuk membayar makan tersebut sekitar US$ 2.5
Setelah sarapan, aku akan mengunjungi Kompleks Angkor. Kebetulan kemarin malam aku telah janjian dengan Hom. Ia dan motornya yang akan menemaniku keliling Kompleks Angkor. Biaya yang kami sepakati adalah US$ 12. Biaya tersebut meliputi transportasi menuju Kompleks Angkor Thom, Ta Prohm Temple, Preah Khan, Angkor Wat, dan Phnom Bakheng Temple.
Sekedar informasi, dahulu kala... Angkor adalah ibukota Kerajaan Khmer. Istilah Angkor berasal dari bahasa sansekerta yang artinya 'negara'. Reruntuhan Angkor terletak di hutan dan tanah perladangan yang membentang antara Danau Tonle Sap dan perbukitan Kulen di utara. Situs ini terletak di dekat kota Siem Reap dan merupakan situs warisan dunia UNESCO.
11/2/11
Welcome to Cambodia
Holaaa...
Mumpung masih anget & masih segar di ingatan, aku mo cerita sedikit nih tentang perjalananku yang sorangan wae ke Cambodia (in Bahasa = Kamboja) beberapa waktu yang lalu.
hope u enjoy the story yaks... (^__^)
Doin' solo backpacker is amazing...
Alone in foreign country, depending on my self...
really need extra courage.
Thanks to Alloh SWT, I did it well... (/^_^)/
Perjalanan ini dimulai sekitar 6 bulan yang lalu, saat aku berburu tiket murah dari maskapai AA...
Saat itu, terpampang di layar monitorku penerbangan tujuan Ho Chi Minh City atau Sai Gon, ibukota negara Viet Nam. Harga yang ditawarkan maskapai tersebut sangat fantastis! Aku hanya perlu merogoh kocek sebesar IDR 481K, untuk membeli tiket PP (Jakarta - Ho Chi Minh - Jakarta)... ^_^
Day 1, (10 Oct' 2011)
Jakarta - Ho Chi Minh City
Dengan menumpang bus Damri, aku berangkat menuju Bandara Soekarno Hatta, Jakarta. Waktu masih menunjukkan pkl. 13.45 WIB saat aku tiba di Bandara Soekarno Hatta, Jakarta. Pesawat yang akan membawaku terbang menuju Viet Nam berangkat pada pkl. 16.35 WIB. "Masih lama..," pikirku.
Mumpung masih anget & masih segar di ingatan, aku mo cerita sedikit nih tentang perjalananku yang sorangan wae ke Cambodia (in Bahasa = Kamboja) beberapa waktu yang lalu.
hope u enjoy the story yaks... (^__^)
Doin' solo backpacker is amazing...
Alone in foreign country, depending on my self...
really need extra courage.
Thanks to Alloh SWT, I did it well... (/^_^)/
Perjalanan ini dimulai sekitar 6 bulan yang lalu, saat aku berburu tiket murah dari maskapai AA...
Saat itu, terpampang di layar monitorku penerbangan tujuan Ho Chi Minh City atau Sai Gon, ibukota negara Viet Nam. Harga yang ditawarkan maskapai tersebut sangat fantastis! Aku hanya perlu merogoh kocek sebesar IDR 481K, untuk membeli tiket PP (Jakarta - Ho Chi Minh - Jakarta)... ^_^
Day 1, (10 Oct' 2011)
Jakarta - Ho Chi Minh City
Dengan menumpang bus Damri, aku berangkat menuju Bandara Soekarno Hatta, Jakarta. Waktu masih menunjukkan pkl. 13.45 WIB saat aku tiba di Bandara Soekarno Hatta, Jakarta. Pesawat yang akan membawaku terbang menuju Viet Nam berangkat pada pkl. 16.35 WIB. "Masih lama..," pikirku.
10/29/11
Three MbakGetir Lost In SaWaRna (part.2)
cerita sebelumnya: Three MbakGetir Lost In SaWaRna (part. 1)
Day 2, (18 September 2011)
Tanjung Layar - Goa Lalay - Bogor
Bunyi alarm HP membangunkan kami. "Hm... sudah jam 5 pagi," pikirku sambil melirik HP yang masih bergetar hebat dan mengeluarkan bunyi-bunyian yang memekakkan telinga (-__-!) *kenapa ya, gue selalu bete denger suara alarm pagi-pagi? :p*
Udara di pagi itu begitu dingin. Aneh memang... di pantai kok dingin yaks? (-__-!) Selimut yang sengaja kuambil dari kamar sebelah ternyata menjadi obat mujarab pengusir dingin di pagi itu. Alhasil udara dingin yang menyapaku tidak semeriah saat menyapa Tere dan Arni...(/^_^)/
Setelah sholat subuh, kami bergegas menyiapkan perbekalan dan peralatan yang akan kami bawa untuk hunting sunrise. Pagi itu kami memang sengaja hendak kembali mengunjungi pantai Tanjung Karang untuk menangkap semburat sinar mentari dalam layar kamera.
Udara segar langsung berjingkrak-jingkrak mengelilingi kami saat keluar dari penginapan... (^_^)
Jalanan tampak sepi... Hanya beberapa orang penduduk setempat yang berpapasan dengan kami.
Tanpa mempedulikan pemandangan sekitar, agak terbirit-birit kami menuju pantai Tanjung Karang... jalan ngepot cuyyy... (^_^)
Saat berada di tengah-tengah perjalanan semburat sinar mentari tampak di ujung bukit. Huuaaa... sepertinya kami harus menelan pil pahit. Awan yang tebal lagi-lagi hanya menyisakan sedikit deretan warna cahaya di pagi itu...
Sutralah... nggak dapet sunrise juga gapapa... yang penting narsis di pantai Tanjung Layar is a must! dasarrrr... gilak potoooo... :p
Day 2, (18 September 2011)
Tanjung Layar - Goa Lalay - Bogor
Bunyi alarm HP membangunkan kami. "Hm... sudah jam 5 pagi," pikirku sambil melirik HP yang masih bergetar hebat dan mengeluarkan bunyi-bunyian yang memekakkan telinga (-__-!) *kenapa ya, gue selalu bete denger suara alarm pagi-pagi? :p*
Udara di pagi itu begitu dingin. Aneh memang... di pantai kok dingin yaks? (-__-!) Selimut yang sengaja kuambil dari kamar sebelah ternyata menjadi obat mujarab pengusir dingin di pagi itu. Alhasil udara dingin yang menyapaku tidak semeriah saat menyapa Tere dan Arni...(/^_^)/
Setelah sholat subuh, kami bergegas menyiapkan perbekalan dan peralatan yang akan kami bawa untuk hunting sunrise. Pagi itu kami memang sengaja hendak kembali mengunjungi pantai Tanjung Karang untuk menangkap semburat sinar mentari dalam layar kamera.
Udara segar langsung berjingkrak-jingkrak mengelilingi kami saat keluar dari penginapan... (^_^)
Jalanan tampak sepi... Hanya beberapa orang penduduk setempat yang berpapasan dengan kami.
Tanpa mempedulikan pemandangan sekitar, agak terbirit-birit kami menuju pantai Tanjung Karang... jalan ngepot cuyyy... (^_^)
Saat berada di tengah-tengah perjalanan semburat sinar mentari tampak di ujung bukit. Huuaaa... sepertinya kami harus menelan pil pahit. Awan yang tebal lagi-lagi hanya menyisakan sedikit deretan warna cahaya di pagi itu...
Sutralah... nggak dapet sunrise juga gapapa... yang penting narsis di pantai Tanjung Layar is a must! dasarrrr... gilak potoooo... :p
Subscribe to:
Posts (Atom)
