Kisah sebelumnya... (Cerita Dari Dieng, Day 3 (Tour De Candi))
Sekitar pkl. 10.00 WIB aku meninggalkan Dieng. Aku memilih duduk di belakang bus (mojok) supaya bisa tidur selama perjalanan. Maklum saja, semalam aku kurang tidur sehingga rasa lelah dan ngantuk begitu mendera. O ya, aku membayar Rp. 10 rebu *beuh..* untuk ongkos bus.
Hari ini, Rabu (15/9) adalah jadwal perjalananku menuju kota Yogyakarta. Karena rasa lelah yang amat sangat, aku sudah tidak tahu lagi sudah berapa lama tertidur dalam bus. Yang aku tau, saat terbangun bus sudah dalam kondisi penuh sesak dengan penumpang dan sudah berada di wilayah Kab. Wonosobo.
Walau masih ngantuk, kupaksakan diri untuk terjaga. Selang 20 menit, tiba-tiba kernet bus berteriak-teriak, tapi aku kurang jelas mendengar ucapannya. Dari balik kaca bus aku melihat banyak angdes berwarna kuningngetem di pinggir jalan. Aku pun memutuskan untuk turun. Kemudian naik angdes kuning ke terminal bus.
Dari terminal bus aku melanjutkan perjalanan menuju Magelang.
"Satu Bang," ucapku pada kernet bus sambil menyerahkan uang Rp. 20 rebu. Ongkos bus yang harus kubayar sebesar Rp. 18 rebu *beuh..*
"Setunggal?" tanya sang kernet.
"Satu Bang," kataku bingung sambil menatap si kernet.
"Setunggal?" sang kernet mengulangi lagi pertanyaannya.
"Satu," jawabku.
"Setunggal?"
Aku diam, kutunjukkan jari telunjukku padanya. Sang kernet mengangguk, lantas menyerahkan uang kembalian kepadaku sebesar Rp. 2 rebu. Belakangan aku baru tau bahwa setunggal = satu, hahaha... (maklum aku bukan orang Jawa, jadi nggak ngerti... ^_^ )
Sekitar pkl. 10.00 WIB aku meninggalkan Dieng. Aku memilih duduk di belakang bus (mojok) supaya bisa tidur selama perjalanan. Maklum saja, semalam aku kurang tidur sehingga rasa lelah dan ngantuk begitu mendera. O ya, aku membayar Rp. 10 rebu *beuh..* untuk ongkos bus.
Hari ini, Rabu (15/9) adalah jadwal perjalananku menuju kota Yogyakarta. Karena rasa lelah yang amat sangat, aku sudah tidak tahu lagi sudah berapa lama tertidur dalam bus. Yang aku tau, saat terbangun bus sudah dalam kondisi penuh sesak dengan penumpang dan sudah berada di wilayah Kab. Wonosobo.
Walau masih ngantuk, kupaksakan diri untuk terjaga. Selang 20 menit, tiba-tiba kernet bus berteriak-teriak, tapi aku kurang jelas mendengar ucapannya. Dari balik kaca bus aku melihat banyak angdes berwarna kuning
Dari terminal bus aku melanjutkan perjalanan menuju Magelang.
"Satu Bang," ucapku pada kernet bus sambil menyerahkan uang Rp. 20 rebu. Ongkos bus yang harus kubayar sebesar Rp. 18 rebu *beuh..*
"Setunggal?" tanya sang kernet.
"Satu Bang," kataku bingung sambil menatap si kernet.
"Setunggal?" sang kernet mengulangi lagi pertanyaannya.
"Satu," jawabku.
"Setunggal?"
Aku diam, kutunjukkan jari telunjukku padanya. Sang kernet mengangguk, lantas menyerahkan uang kembalian kepadaku sebesar Rp. 2 rebu. Belakangan aku baru tau bahwa setunggal = satu, hahaha... (maklum aku bukan orang Jawa, jadi nggak ngerti... ^_^ )