"Just because you can't see it, doesn't mean it isn't there" - Laut bukan tempat sampah!
Showing posts with label Jakarta punya cerita. Show all posts
Showing posts with label Jakarta punya cerita. Show all posts

8/15/17

Antri Paspor Bisa Lewat Aplikasi Google

Eh eh.. ada kabar bagus nih dari kantor Imigrasi..

Sekarang, kalo lau mo memperpanjang atau bikin paspor baru, udah nggak perlu dateng "subuh" lagi buat ngambil nomer antrian lho.. mantaff kan..😃

Usut punya usut.. ternyata kantor Imigrasi sudah membuat aplikasi yang bisa menghindari antrian tak berujung yang biasa terjadi di kantor-kantor pelayanan Imigrasi, khususnya yang ada di Jakarta.
Aplikasi tersebut namanya antrian paspor.
Aplikasi ini bisa lau donlot gratis di google play store.

Buat lau lau pengguna iphone atau os lain (selain android), harus bersabar karena aplikasi antrian paspor belum tersedia. Tapi jangan khawatir, dalam waktu dekat Imigrasi akan mengeluarkan aplikasi berbasis ios kok.. 😉

Trus darimana gue tau soal informasi ini? bodo amat.. itu kali yang ada dipikiran lau ya hehe..
biarin ah.. gue mah orangnya demen cerita 😜

Ceritanya begini..
Alkisah saat libur lebaran gue emang punya niat mau memperpanjang paspor. Pasalnya, paspor gue udah basi aka. expired, sejak September 2016.

Tempat pengambilan nomer antrian di lt.2  Kantor Imigrasi Jakarta Selatan


11/24/16

Visiting Tidung Island

Tidung Island was the first island that came in my head when my niece asked me for snorkeling in Thousand Island. Well.. my niece was 8th grade and she was never snorkeling in her life. So I have a plan to take her to Thousand Island and teach her snorkeling. She was very happy when I said I will take her to Tidung Island.. ^^

And then I asked some of my friends to acompanying us. Gladly, two of them was agree to join this backpack trip.. ;)

That day (10/7) I and my niece went to Marina Pier, Ancol. To visit Tidung Island, we used speed boat from Marina Pier, Ancol.
note:
Using speed boat from Marina is more expensive than from Kali Adem, Muara Angke. The cost is almost 2,5 times more expensive.

In Marina, there are many speed boats which are heading to Thousand Island. You can find them at 17th Pier. The 17th Pier is the pier that providing public transportation/speed boats to society who wants to visit Thousand Island.

When you get there, there will be some officers with blue shirt who will help you for buying the ticket. You don't have to worry about their present. They are official officers.

Or.. you can walk through to a building next the cafetaria. That building is an office which is selling ticket to Thousand Island.
You can buy the ticket on the spot, without any confirmation first..

The ticket costs in some prices, depending on the island (2016):

  • Bidadari/Ayer/Untung Jawa: IDR 75K (weekday), 100K (weekend).
  • Pari/Pramuka/Tidung: IDR 125K (weeday), 150K (weekend).
  • Harapan/Kelapa: IDR 180K (weekday), 225K (weekend).
  • Putri/Pelangi/Sepa: IDR 200K (weekday), 250K (weekend).
  • Pantara: IDR 300K (weekday), 350K (weekend).


We arrived at Marina, Ancol, around 8.30 am. There were so many visitors in the pier. But most of them visiting Pari Island. Only a few visiting Tidung Island. Lucky for us, we got an empty boat!

Just 4 of us at the bottom room of the boat! ^^ Capacity of this boat is 180 people.. yeayy^^

11/15/16

Catching Breath at Payung Island

Sudden trip!
Yeup.. I never planned this trip (29/10) until one of my friend told me that next week some of freedivers will go to Payung Island (Payung = Umbrella -) for training.

When I heard about that, I was so excited to join because this was my chance to try again my capability of equalization in the ocean (since I failed the exam of A2 AIDA -).

And the next thing I knew, I was in a traditional ferry on the way to Payung Island..

Note:
If you want to go to Thousand Island by traditional ferry, the port had been moved. It is not next to the gas station anymore, It is moved to Kali Adem Port..
If you used public transportation, the route: Transjakarta (cost IDR 3.500), stop at Penjaringan Shelter - B01 (cost IDR 5K), stop at Muara Angke Bus Station - Becak motorbike (cost IDR 5K), stop at Kali Adem Port.
Or... you can use Transjakarta Feeder  bus from Pluit (but this bus is still rare, specially in the morning when you in hurry to catch the ferry).

Kali Adem Port

Ticket booth to Thousand Island with traditional ferry

8/27/16

Koleksi Seni Rupa Istana Kepresidenan RI

Sejak tanggal 2 – 30 Agustus 2016, Galeri Nasional Indonesia menggelar pameran lukisan koleksi Istana Kepresidenan Republik Indonesia. 

Hmm.. sebenarnya aga telat yah aku nulis artikel ini karena pamerannya tutup 3 hari lagi.. :p
Tapi gapaap lah yaw.. itung-itung ikut meramaikan dunia pergalerian di Indonesia * tsaahh ;))

Nah, mumpung masih ada waktu hingga selasa, yuks..rame-rame datang ke Galeri Nasional Indonesia yang lokasinya tepat di depan Stasiun Gambir (Jl. Medan Merdeka Timur 14). Ga bakalan nyeselll.. karena koleksi lukisan Istana Kepresidenan RI keren beudd.. ^_^

--

Menjelang tengah hari aku, Mendi, dan Sarri tiba di Gedung Galeri Nasional Indonesia. Panasnya cuaca siang itu tidak menyurutkan niat kami untuk mengunjungi pameran lukisan koleksi Istana Kepresidenan RI ini.

Selain penasaran seperti apa lukisan-lukisan yang konon katanya adalah lukisan-lukisan langka yang belum pernah/dilarang dikeluarkan dari lingkungan istana (dilarang dipertontonkan untuk umum-red), udah lama juga aku ga ketemu sama cewek2 ini, obat kangen jadinyah..hihi.. ;))

Gedung Galeri Nasional Indonesia - Jakarta

1/15/16

Weekend ke Kantor Gubernur DKI-Jakarta & Museum Nasional yuks!

(14 Nov' 2015)

"Ngabisin wiken di Jakarta aja?"
"Yes, kenapa nggak?"
"Nge-mall?"
"Nope.. banyak yang lebih asik dari nge-mall kok."
"Ciyusss?"
"(-__-!)"

Ada banyak tempat wisata di Jakarta yang bisa kamu dan keluarga kunjungi saat wiken selain ke mall. Kamu bisa berkunjung ke museum, perpustakaan, pelabuhan, stasiun kereta, water park, dan sebagainya.

Nah.. aku mo rekomendasiin dua tempat wisata yang bisa kamu nikmati bersama keluarga or teman or pacar saat wiken tiba. Ga perlu ngeluarin kocek berlebih untuk mengunjunginya. Tempat yang kumaksud adalah Kantor Gubernur DKI Jakarta (aka. Balaikota) dan Museum Nasional (aka. Museum Gajah).

Mau tau jeroan-nya kedua tempat tersebut? yuk cusss.. langsung ke tekape.. ;)

Museum Nasional (Museum Gajah)

Berawal dari nyari tempat jalan-jalan murah tapi tetep fotogenic, ide untuk mengunjungi Museum Gajah pun tercetus.

Wait wait.. tempat yang fotogenik itu opo toh? menurut definisi dari KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia), fotogenik: memiliki wajah dan sikap tubuh yang menghasilkan potret yang menyenangkan.
Jadi, tempat yang fotogenic itu berarti (menurut pendapatku): tempat yang memiliki dan menghasilkan potret yang menyenangkan.. :D

Jadi, Museum Nasional (Museum Gajah) ini fotogenik? yes.. betchull..^^
Dan.. ide ke tempat ini pun kami realisasikan saat wiken.. ^^

Di depan Museum Nasional ^^

6/11/15

Bermalam di Stasiun dan Bandara

Tiba tengah malam di bandara atau stasiun kereta atau terminal bus memang menyebalkan. Betapa tidak, perasaan was-was pasti langsung muncul karena di saat sebagian orang terlelap dalam tidurnya, sebagian lainnya justru mulai terjaga, bergerilya mencari korban.

Berada di terminal bus/stasiun/bandara saat tengah malam menjadi hal yang sangat rawan bagi penumpang, terutama penumpang wanita. Wanita adalah kaum yang paling rentan terserang tindak kriminalitas di area public di malam hari, apalagi jika bepergian seorang diri.

Beberapa waktu lalu aku melakukan perjalanan seorang diri. Dalam perjalanan pulang, beberapa kali aku tiba tengah malam/menjelang dini hari di bandara, terminal bus, maupun stasiun kereta di Jakarta.

Berangkat dari pengalamanku tiba tengah malam atau menjelang dini hari tersebut, berikut beberapa hal yang aku lakukan agar terhindar dari tindak kriminalitas saat tiba tengah malam/menjelang dini hari di bandara/terminal bus/stasiun kereta api.

Semoga tips ini berguna (terutama) bagi para ladies, walaupun sebenarnya kejahatan bisa terjadi dimana saja, kapan saja, dan bisa menimpa siapa saja.. *amit-amit ye..mudah-mudahan ga kejadian sama kita (kriminalitas-red), aminn..*

Stasiun KA Senen

6/4/14

Jakarta Punya Hutan Mangrove?

Kebanyakan masyarakat yang tinggal di Jakarta membawa keluarga (terutama anak-anaknya) jalan-jalan ke mall atau pusat perbelanjaan saat weekend tiba. Sepertinya mall sudah dijadikan tempat wisata 'wajib' kunjung bagi keluarga saat menghabiskan libur akhir pekan. 
Padahal selain mall, masih banyak objek wisata di Jakarta yang menarik, indah, tidak perlu mengeluarkan biaya mahal, dan memiliki nilai edukasi yang bisa menambah ilmu pengetahuan anak-anak maupun diri kita sendiri. 
Ga percaya??

Coba deh datang ke Hutan Mangrove di kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK). Ada banyak hal yang bisa kamu lakukan di salah satu kawasan konservasi mangrove di Jakarta ini. 
Eh.. eh.. ntar dulu, emangnya Jakarta punya hutan mangrove?

Yup.. tak hanya diisi oleh hutan beton, Jakarta juga memiliki hutan mangrove lho.. namanya Taman Wisata Alam (TWA) Angke Kapuk. 
Terletak di Utara Jakarta, hutan mangrove ini tumbuh, dan bertahan di tengah himpitan hutan beton dan perumahan mewah PIK..

Mau tau lebih lengkapnya? baca cerita aku saat berkunjung ke hutan mangrove ini yuks.. (^_^) 

Sabtu, 15 Mei 2014

Terengah-engah aku berlari menuruni tangga halte busway demi mengejar sebuah bus gandeng berwarna merah kuning yang sedang menaikkan dan menurunkan penumpang. Seorang petugas di dalam busway hanya melambaikan tangannya padaku saat pintu bus tertutup dan bus melaju kembali. Huh! Aku terlambat mengejar busway tujuan Pinang Ranti tersebut.

Tak lama kemudian, sebuah bus BKTB dengan warna birunya yang mencolok berhenti dihadapanku. “Grogol – Cibinong,” ucapku dalam hati membaca huruf yang tertera di atas bus. Iseng aku menjelajah isi bus yang dihuni oleh beberapa penumpang. Senyum tersungging di bibirku saat melihat Fitri tertidur lelap di salah satu kursi bus itu.

Fitri adalah salah satu teman yang dengannya aku akan mengunjungi TWA Angke Kapuk. Itu berarti aku tidak perlu menunggu lama untuk berkumpul dengan mereka. Benar saja, setelah busway yang mengangkutku tiba di Halte Penjaringan, Fitri sudah duduk manis menunggu kedatanganku. Hmm... Sari tidak tampak disitu. Ia muncul setelah hampir 45 menit kemudian! (itu anak emang sering banget  ngaret.. (-_-*)).

Setelah kami berkumpul, perjalanan dilanjutkan dengan naik angkot merah B01 tujuan Muara Angke dan turun di depan pizza hut muara karang (atau tempat angkot U11 ngetem). Ongkos angkot yang harus kami bayar Rp 3 rebu *beuhh..*

Dari situ, perjalanan menuju hutan mangrove dilanjutkan dengan naik angkot merah U11 dan turun di depan Yayasan Buddha Tzu Chi. Ongkos angkotnya Rp 4 rebu *beuhh..*

Nahhh... pas di depan Yayasan Budha Tzu Chi itulah aku baru ngeh bahwa untuk menuju hutan mangrove ternyata bisa menggunakan bus BKTB (Bus Kota Terintegrasi Busway) warna merah kuning, tujuan Monas – Pantai Indah Kapuk. Pasalnya di depan Yayasan Buddha Tzu Chi bertengger sebuah marka jalan bertuliskan "Bus Kota Terintegrasi Busway" berikut gambar bus.

FYI: Untuk menggunakan jasa bus BKTB ini, kamu bisa naik dari halte busway Monas atau halte busway Penjaringan. Turunnya di depan Yayasan Buddha Tzu Chi. Naik BKTB lebih mudah, murah, nyaman dan ber AC pulak hehehe... Tarifnya Rp 6 rebu saja.. *beuhh..*


Di depan Yayasan Buddha Tzu Chi


4/3/13

Setu Babakan Kok Begini???...


Halow...
Aku mo cerita lagi yahhh...

Tapi sebelumnya aku mo minta maap dulu yah klo tulisanku berikut ini mungkin menyinggung perasaan seseorang/sekelompok orang yang berkaitan dengan objek wisata Setu Babakan.

Tapi jujur, tulisan ini semata-mata hanya ingin mencoba membantu  agar objek wisata Setu Babakan kedepannya menjadi objek wisata yang lebih baik dan lebih ramah lagi pada pengunjungnya.
Lho lho lho... emang ada apa sih?

Ga seru kalo diceritain di awal, mendingan baca aja terus yahhh...;))

Kejadiannya bermula saat aku, adek sepupuku (Wulan) dan temennya (Devina), melakukan kunjungan wisata ke Setu Babakan pada libur tahun baru 2013 lalu. Jadi, waktu itu rencananya sih pengen keliling Jakarta aja, cari tempat-tempat wisata yang murah meriah tapi tetep asik diliat. So... pilihan jatuh pada Setu Babakan.

Setu Babakan merupakan nama dari sebuah objek wisata yang terletak di Srengseng Sawah, Kec. Jagakarsa, Kab. Jakarta-Selatan. ‘Setu’ sendiri memiliki arti ‘Danau’, jadi Setu Babakan = Danau Babakan.

Yup... sesuai dengan namanya, objek wisata Setu Babakan menjual pemandangan indah danau/setu buatan seluas 30 hektar. Danau buatan ini memiliki kedalaman bervariasi, mulai dari 1 - 5 m. Kata Om Wiki sih air danau ini berasal dari Sungai Ciliwung lho..

Selain ‘menjual’ keindahan danau, Setu Babakan berfungsi sebagai pusat perkampungan budaya Betawi. Tak heran jika kamu masih bisa melihat rumah-rumah khas Betawi di perkampungan yang ada di sekitar setu. Tak hanya itu, di sini juga terdapat berbagai kuliner khas Betawi yang dijual oleh penjaja di sekitar danau. Mulai dari bir pletok, rujak bebek, kerak telor, toge goreng, laksa, soto betawi, dan sebagainya.

Nah, berbekal info dari internet itulah kami bertiga tertarik untuk menjelajah Setu Babakan. Tidak sulit kok untuk mencapai tempat ini. Dari depan stasiun Pasar Minggu, kamu hanya perlu naik bis Kopaja 616 atau Kopaja 606, dan turun persis di depan pintu gerbang Setu Babakan. Ongkos bisnya pun murah, only IDR 2K/orang... *beuhh*

Gerbang/pintu masuk Setu Babakan.

9/15/11

Paspor... Ooo... Paspor...

Dear temans...

 Eke mo cerita dikit ye waktu eke mo perpanjang paspor... ^__^
Ceritanya begini... bulan April lalu aku pergi ke Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Jakarta Selatan. Tujuannya ingin memperpanjang paspor karena masa berlakunya hampir habis (tinggal 9 bulan lagi-red).

FYI: lokasi kantor ini bukan lagi di Jl. Warung Buncit No. 207, Jakarta Selatan, melainkan sudah pindah ke Jl. TB. Simatupang, di sebelah gedung Auto 2000. Lokasi Kantor Imigrasi Jakarta Selatan ini peruntukkannya memang hanya sementara saja, karena gedung yang di Jl. Warung Buncit sedang dipugar.

Kantor Imigrasi Jakarta Selatan (source: google).

April 'Mop' (2011)

Lanjutttt... Sekitar pkl. 09.00 WIB aku tiba di Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Jakarta Selatan.  Begitu sampai, lautan manusia yang akan membuat paspor  tampak memenuhi ruang tunggu yang tidak seberapa besarnya itu. "Map kuning... aku harus membeli map kuning," begitu kalimat yang terlintas dibenakku.
Yup... sebelum menuju kantor imigrasi aku menyempatkan diri untuk berkonsultasi dengan salah seorang teman, tentang tata cara perpanjangan paspor. Katanya, aku harus membeli map kuning terlebih dahulu.

6/30/11

A Little Souvenir from Pekan Raya Jakarta 2011

Hello fellas...
This time, I would like to write about Jakarta Fair 2011 at my blog... 

Yesterday I went to Pekan Raya Jakarta (PRJ) or Jakarta Fair 2011, at JIExpo, Kemayoran. From 9th June - 10 July 2011, this event will be held. Almost every year I went to this event.

As you know, this goal event is to promote Jakarta culture of heritage, and also to celebrate Jakarta 484th anniversary. Yup... my beloved city is celebrating its birthday now.

This year, Jakarta Government providing  some buses, that transporting passangers who want to go to PRJ, free! The passangers only have to wait the bus at Monas parking lot.

so many people want to go inside the bus...:p

6/24/11

Ngintip Dalemnya Taman Makam Pahlawan Kalibata Yuks...

Mau jalan-jalan gratis tapi bermanfaat???... sepertinya Taman Makam Pahlawan Kalibata bisa jadi alternatif pilihan Anda dalam mengisi liburan...;)

Taman Makam Pahlawan Kalibata (selanjutnya aku singkat TMP Kalibata-red) terletak di Jakarta Selatan. Akses untuk menuju tempat ini mudah sekali. Anda bisa menggunakan Mikrolet M.16 jurusan Ps. Minggu - Kp. Melayu, Kopaja T.57 jurusan Blok M-Kp.Rambutan, atau Metromini S.64 jurusan Ps.Minggu-Cililitan. Ketiga moda transportasi ini lewat persis di depan pintu gerbang TMP Kalibata.
(Kok tau sih fa??... yaealahhh... rumah eke pan di Kalibata cinnn... ^_^ )

 Taman Makam Pahlawan Kalibata.

6/9/11

Warna-Warni Zat Pewarna Alami

Cerita sebelumnya... Jambore Bahari 2011 di Pulau Pramuka

Day Two, (23 April 2011)

Seperti biasa... pagi hari aku mulai dengan solat subuh, trus lanjut tidur lagiiihhh... lho??? =D
Setelah membersihkan badan (a.k.a. mandi), aku dan yang lainnya bergerak menuju lapangan TNKS untuk mengambil jatah makan pagi kami.

Di lapangan, kami bertemu dengan panitia yang menanyakan keberadaan kami kemarin, nah lho...ketauan dehhh... T_T
Untung saja, panitia TRAMP baik-baik banget... mereka memaafkan kami yang mangkir dari acara kemarin. tengkyu yahhhh.... ^_^

Anak-anak pulau bermain-main dengan perahu kecil mereka di pagi hari.

11/16/10

Canon Photo Marathon 2010

Hmm... tulisan yang ini hanya sekedar catatan agenda yang gue lakukan pada hari sabtu, 16 Oktober 2010.  Waktu itu gue ikut lomba Canon Photo Marathon 2010 yang disponsori salah satu brand elektronik terkenal. Acaranya sendiri mengambil tempat di Area Tribeca Park, Central Park Mall, Jakarta Barat.

Mejeng di sebelah panggung utama

Kategori lomba Canon Photo Marathon 2010 ini ada dua, kategori kamera SLR dan kamera pocket. Berhubung gue cuma punya kamera pocket, makanya gue pilih kategori kamera pocket dengan membayar biaya pendaftaran via online sebesar Rp. 77rb *beuh..*

Lomba itu sendiri dimulai sejak pkl. 06.00 WIB sampai sekitar pkl. 20.00 WIB, lama banggettt yaaaa....:( mending kalo menang, ini mah kalah euy... tapi gapapa, sing penting gue dapet ilmu fotografi yang oke banget dari Bang Arbain Rambey (fotografer pro-sekaligus juri) yang pada akhir acara memberikan kuliah fotografi.

8/19/10

Rute Trans Jakarta (Busway)

Sebagai proyek percontohan transportasi massal di Indonesia, Jakarta punya moda transportasi yang disebut Trans Jakarta. Tapi, masyarakat kota Jakarta biasa menyebut moda transportasi ini dengan nama 'busway'... Buat Anda yang pengen tau info lengkap seputar trans jakarta, klik www.transjakarta.co.id

Di sini, gue cuma mo kasi rute bus Trans Jakarta yang jadi kebanggaan kota Jakarta ini (sekaligus bus yang setia nganterin gue pulang pergi kantor..;))

cekidottt....

 rute busway...


(up date Maret 2016)
Info dari Kemenhub, Transjakarta menambah armadanya, yakni sejumlah 600 bus tunggal. Berikut rute yang dilewatinya:

Grogol-TU Gas via Roxy: Halte Transjakarta Grogol melalui jalan Hasyim Ashari-Kyai Tapa-Roxy-Hayam Wuruk-Majapahit-Merdeka Barat-Thamrin-Imam Bonjol-Diponegoro-Salemba Raya-Pramuka-Pemuda dan TU Gas/JIEP.

TU Gas-Lebak Bulus: TU Gas/JIEP-Pramuka-Matraman Raya-Salemba Raya-Diponegoro-Imam Bonjol-Sudirman-Hang Tuah-Pakubuwono 6-Bumi-Kyai Maja/Taman Puring-Kebayoran Baru-Sultan Iskandar Muda-Metro Pondok Indah-Kartini-Lebak Bulus.

Grogol-Kampung Melayu: Halte Transjakarta Grogol-S. Parman-Gatot Subroto-Semanggi-Sudirman-Imam Bonjol-Diponegoro-Salemba Raya-Matraman Raya-Jatinegara Timur-Halte Terminal Kampung Melayu.

Lebak Bulus-Kota: Halte Terminal Lebak Bulus-Raya Pondok Pinang-T.B. Simatupang-Raya Pondok Indah-Raya Marga Guna-Radio Dalam Raya-Ahmad Dahlan-Melawai Raya-Sisingamangaraja-Sudirman-Thamrin-Medan Merdeka Barat-Majapahit-Gajah Mada-Halte Transjakarta Kota.

Harapan Indah (Bekasi) -ASMI: Halte Transjakarta Harapan Indah-Raya Bekasi-Perintis Kemerdekaan-ASMI.

Kebayoran-Tomang via Stasiun Kereta Palmerah: Halte Transjakarta Kebayoran-Teuku Nyak Arief-Flyover Simpruk-Tentara Pelajar-Stasiun Palmerah-S. Parman-Halte Transjakarta Slipi Kemanggisan-Halte Transjakarta RS Harapan Kita-putar balik Tomang.

Stasiun Kereta Kalibata-UKI: Stasiun Kereta Kalibata-Raya Kalibata-Cililitan (PGC) -Sutoyo-M.T. Haryono-Dewi Sartika-Raya Kalibata-Stasiun Kereta Kalibata.

Stasiun Kereta Kalibata-Kuningan Barat: Stasiun Kereta Kalibata-Raya Kalibata-Raya Pasar Minggu-Gatot Subroto.

Pulogadung-Tanah Abang: Halte Terminal Pulogadung-Perintis Kemerdekaan-Suprapto-Kramat Bunder-Kwini 1-Abdul Rahman Saleh-Kwitang Raya-R. Rais-Medan Merdeka Selatan-Agus Salim-Kebon Sirih-Jati Baru-Kebon Jati-K.H. Mas Mansyur-Fachrudin-Cideng Barat-Pasar Thomas.

Pulogadung-Blok M: Halte Terminal Pulogadung-Raya Bekasi-Pemuda-A. Yani-D.I. Panjaitan-M.T. Haryono-Pancoran Gatot Subroto-Tegal Parang-Tendean-W. Mongonsidi-Trunojoyo-CSW-Halte Transjakarta Terminal Blok M.

Kampung Rambutan-Kota: Halte Terminal Kampung Rambutan-T.B. Simatupang-Raya Bogor-Kramat Jati-Sutoyo-D.I. Panjaitan-A. Yani-Suprapto-Senen Raya-Gunung Sahari-Mangga Dua Raya-Halte Transjakarta Kota.

Kampung Rambutan-Pulogadung: Halte Terminal Kampung Rambutan-T.B. Simatupang-Raya Bogor-Raya Pondok Gede-Jalan Tol Taman Mini-Sutoyo-UKI-D.I. Panjaitan-Pemuda-Raya Bekasi-Terminal Pulogadung.

Tanjung Priok-Tanah Abang: Halte Transjakarta Terminal Tanjung Priok-Enggano-Yos Sudarso-Ahmad Yani-Suprapto-Kramat Bunder-Senen Raya-Kwini 1-Kwitang Raya-Tugu Tani-Medan Merdeka Selatan-Agus Salim-Kebon Sirih-Jatibaru-Kebon Jati K.H. Mas Mansyur-Fachrudin-Tanah Abang.

Manggarai–Pasar Minggu: Manggarai-Saharjo-Supomo-Raya Pasar Minggu-putar balik di depan Stasiun Kereta Pasar Minggu-Terminal Pasar Minggu.

Kampung Rambutan-Lebak Bulus: Halte Transjakarta Terminal Kampung Rambutan-T.B. Simatupang-masuk Jalan Tol JORR-ke luar pintu Jalan Tol Pasar Minggu-T.B. Simatupang-Simpang H.R. Harsono-Simpang Cilandak-Simpang Fatmawati-Kartini-Halte Transjakarta Terminal Lebak Bulus.

Stasiun Kereta Pesing-Indosiar: Stasiun Kereta Pesing-Daan Mogot-Halte Transjakarta Indosiar-putar balik putaran Indosiar-Stasiun Kereta Pesing.

Stasiun Kereta Palmerah-Sudirman: Stasiun Kereta Palmerah-Lapangan Tembak-Gerbang Pemuda-Gatot Subroto-Sudirman-berputar di bundaran Hotel Indonesia.



Salam

Ifa Abdoel

8/1/10

Ondel-Ondel di Festival Jalan Jaksa

Sabtu itu (31/7) gue menghabiskan sore yang cerah di Jalan Jaksa, Kebon Sirih, Jakarta Pusat. Eitss... di sana  gue bukannya lagi ngecengin bule lho... tapi gue dateng ke sana untuk melihat Festival Seni dan Budaya Jalan Jaksa 2010 yang digagas oleh Pemkot DKI Jakarta.

Nah, buat ente-ente yang belon tau letak Jalan Jaksa, gampang aja ko nyarinya. Ente bisa naik busway (transjakarta) trus turun di halte busway Sarinah. Dari situ, ente tinggal jalan kaki doank ke arah belakang gedung Sarinah. Jalan aja terus sekitar 500m, pasti ntar ketemu jalannya, yang ada tulisan: Jl. Jaksa, di situlah tempat festival ini berlangsung...

Gue tiba di Jalan Jaksa sekitar pkl. 17.00 WIB, di pintu masuk jalan berdiri sebuah panggung yang cukup besar. Di atas panggung tampak beberapa orang penari pria dan wanita berlenggak-lenggok membawakan tarian tradisional betawi. Sementara di depan panggung  beberapa orang fotografer dan kameramen dari beberapa stasiun tv sibuk mengambil gambar para penari tersebut. Gue sendiri ikut-ikutan jadi fotografer dadakan... supaya tulisan di blog gue ada gambarnya... qiqiqi... ;))


7/21/10

Jalan-jalan di Senayan...

Berhubung jalan-jalan ke lautnya nggak jadi alias batalll... akhirnya Sabtu itu (17/7) gue menghabiskan liburan di kawasan Senayan. Kebetulan saat itu sedang ada Festival 'Serbu! Serba Keju Moo Jakarta 2010', yang disponsori oleh salah satu brand keju terbesar di Indonesia...

Festival Keju Moo ini mengambil tempat di pintu satu Gelora Bung Karno Senayan. Acaranya itu sendiri  dimulai sejak pagi dan gue tiba di tempat itu sekitar pkl. 14.30 WIB, telat euyyy... biasalah macet kembali jadi kambing hitam lagi. Untung aja temen-temen gue pada baek hehehe... luph u guys...;)

mejeng bareng Moo...

7/14/10

Jakarta Punya Cerita

10 Things I Hate About Busway...

1. Motor ame mobil seenaknye aje masup jalur busway...:p

2. Penumpang lebih demen bediri desek2n di deket pintu ketimbang masup ke dalem...:p

3. Kalo jam pulang kantor ato berangkat kantor, busway kaga ada nyang kosong...:p

4. Pelecehan seksuallll...:p

7/12/10

Ke Festival Monas Nyoookk...

Hari itu (sabtu, 10 Juli 2010), gue sengaja menyempatkan diri untuk mengunjungi Monas (Monumen Nasional), icon Kota Jakarta. Lha... ko tumben jalan ke Monas? Yup, di Monas sedang berlangsung sebuah acara yang bertajuk Festival Monas... Kata Bang Foke (itu tuh, Gubernur DKI), festival ini merupakan bagian dari peringatan HUT Kota Jakarta yang ke 483.

 eni die nyang namenye Monas...

Festival itu sendiri sebenarnya sudah dimulai sejak Jumat kemarin dan berakhir pada hari Minggu (11/7). Jadi... berhubung taon ini gue absen dateng ke PRJ (karena stand dan acara di PRJ tiap taon ga ada perubahan yang signifikan alias itu2 mulukkk... bikin gue bosen :p) makanya gue bela-belain dateng ke Monas hari itu.

3/24/10

Video Mapping Projection 3 D yang pertama di Indonesia

Sebenarnya, agenda gue yang utama pada sabtu itu (13 Maret 2010) adalah hanya mengunjungi pameran Deep and Extreme Indonesia yang sudah kali ke-3 diselenggarakan di Senayan. Pameran ini khusus menyuguhkan segala hal yang berkaitan dengan olahraga diving (mulai dari perlengkapan scuba diving, spot2 diving yang ada di ...Indonesia, photography underwater dll), water sports, extreme sports, eco tourism dan adventure travel industries...

Lumayan lelah mengitari stand demi stand yang ada, tapi gue dapet info lokasi2 wisata & lokasi diving yang menarik yang mungkin someday bisa gue kunjungi... ;).

Tetapi, sabtu itu gue juga tergelitik untuk mengunjungi Taman Fatahillah di Kotatua Jakarta untuk menyaksikan sebuah acara yang katanya 'spektakuler'. Makanya, sekitar pukul 18.00 WIB gue meninggalkan pameran dan langsung menuju Taman Fatahilah dengan bus Transjakarta atau busway.

Tiba di Taman Fatahillah sekitar pukul 19.00 WIB dan suasana di tempat itu sudah rame bangetttt... Malam itu masyarakat kota Jakarta sepertinya tumpah ruah di Fatahillah untuk menyaksikan perhelatan akbar dari sebuah karya seni 3D yang bertajuk 'Video Mapping Projection'. Alhasil, gue ga kebagian tempat yang strategis untuk ngambil gambar video, hicks...