"Just because you can't see it, doesn't mean it isn't there" - Laut bukan tempat sampah!

3/6/14

Back to Bangkok..

previous story ... Melongok Reruntuhan Ayutthaya

Finally, I arrived at Hua Lamphong/Bangkok Station. It was so pleasure came back again to Bangkok.. ^^ After I got out of the train, I walked through the alley and found different atmosphere at train station. The station was full of flowers and photos.

Bangkok Railway Station

Beautiful yellow flowers displayed in every corner, and King Bhumibol Adulyadej's photos were filling the space at the center of the platform's station. At the railway, stood a kingdom train in yellow colour also. O my o my.. I realized that everything related to the kingdom is using yellow colour.. one of my favourite colour.. love it! ^_^


Yellow train, yellow flowers ^^

2/17/14

Melongok Reruntuhan Ayutthaya

cerita sebelumnya.. Ayutthaya, Kota Purbakala yang Tidak Kuno

Turun dari kapal, langkah ku ayun menuju stasiun kereta. Dua orang turis terlihat sedang mengeluarkan motor dari depan sebuah penginapan yang merangkap rental motor/sepeda. Sambil terus melangkah, aku terus memerhatikan keduanya. Secara mengejutkan, seorang wanita muncul dari dalam penginapan tersebut dan menyapaku ramah.

Sejurus kemudian, aku sudah terlibat percakapan dengan wanita tadi yang ternyata adalah pemilik penginapan sekaligus rental motor/sepeda tadi.
"Saya bisa kasih kamu alternatif keliling kota Ayutthaya dengan biaya murah," ujarnya dalam bahasa Inggris.
"Heh? nyang bener buk?" tanyaku dalam hati.

"Hanya dengan menyewa sepeda seharga 40 bath sehari, kamu bisa keliling beberapa tempat wisata. Setelah itu bermalam di sini dengan tarif 150 bath untuk single room. Total kamu hanya membayar 190 bath saja. Kalo belum puas, besok pagi kamu bisa keliling lagi naik sepeda," ujarnya panjang lebar.

Beuhh... nih die nyang gue cariii.. ^_^
Tanpa banyak pikir, aku langsung setuju dengan usul si mbak-mbak ini. Oya, nama hostel yang aku inapi adalah Saifon Guest House. 

Kamarku sendiri terletak di lantai 2. Hanya ada sebuah meja dan ranjang kecil yang menghias ruangan super minimalis ini. Sebuah jendela berukuran segi empat, cukup lebar untuk menerangi kamar yang di langit-langitnya terpasang baling-baling kipas angin. Kamar mandinya terletak di luar (persis di sebelah kamar), untuk hot shower tersedia di lantai 1.

Setelah solat dan beristirahat sebentar, aku mulai menjelajah "Ancient City" Ayutthaya. Sebagai permulaan, kembali aku harus menyeberang Sungai Chao Praya dengan menumpang kapal penyebrangan. "Kalo lewat jembatan terlalu jauh, mendingan nyebrang naik kapal aja," Si Mbak penginapan memberi saran.

Baeklahh.. aku menuruti sarannya.

2/3/14

Ayutthaya, Kota Purbakala yang Tidak Kuno

cerita sebelumnya..  Naik Bus Kota & Kereta Di Bangkok

Di setiap stasiun, kereta berhenti untuk menaikkan dan menurunkan penumpang. Kursi-kursi di dalam kereta penuh terisi, tapi laju kereta tidak juga bertambah cepat. Alhasil, perjalanan ke Ayutthaya terasa lama..

Seorang remaja cowok duduk di hadapanku. Ia menenteng sebuah buntelan kain yang cukup besar, yang diletakkan di bawah kursi. Tangannya menjulurkan selembar uang 20 bath pada seorang ibu pedagang asongan, untuk membayar sebungkus buah-buahan berwarna hijau seukuran buah cerry. Dengan wajah malu-malu, ia mengupas kulit buah-buah tersebut perlahan, dan memakan biji di dalamnya.

Tanpa sadar, aku terus memperhatikannya makan. Rasanya ingin sekali bertanya buah apa yang sedang dimakannya, apakah rasanya enak? kenapa kulitnya tidak ikut dimakan? Tapi pertanyaan-pertanyaan tersebut hanya bergema di dalam kepalaku.

Tiba-tiba laju kereta terhenti. Ups.. rupanya kereta sedang berhenti di sebuah stasiun. Aku menoleh ke sebelah kiri, mencari-cari nama stasiun, tapi tak kutemukan. Yang kulihat hanyalah bangunan sederhana berwarna kuning gading dan bule-bule yang bertebaran di pelataran stasiun.

"Kok di stasiun ini banyak bule?" Seketika darahku terkesiap, jangan-jangan ini Stasiun Ayutthaya. Aku pun bertanya (dalam bahasa Inggris) pada remaja cowok tadi yang duduk di hadapanku. Ia tak menjawab, malah melongo memandangku. Ahh.. ternyata ia tidak mengerti bahasa Inggris. Lekas aku berdiri dan menghampiri jendela di sebelah kiri lalu melongok ke luar. Sebuah papan bertuliskan "Ayutthaya" yang cukup besar terlihat jelas.

1/17/14

Naik Bus Kota & Kereta Di Bangkok

cerita sebelumnya... Selamat Malam Dari Bangkok

Day 2 (04 Dec' 2013)...

Suara bising troli dan orang yang lalu lalang membuatku terjaga. Dengan mata yang masih mengantuk, kulirik jam di tangan. Waktu sudah menunjukkan pkl. 04.30 pagi.
Aku terduduk, diam, mematung.. memperhatikan orang-orang yang berseliweran di hadapanku, *ngumpulin nyawa dulu gan.. -_-*

Tepat pkl. 05 pagi, aku melangkah ke musolah untuk solat subuh. Waktu subuh pkl. 05.05 pagi. Setelah itu beli 2 botol air mineral di mini market @ 20 bath, lalu turun ke lantai dasar. Di dekat pintu keluar Bandara Don Mueang berdiri sebuah meja tourist information. Seorang perempuan bule sibuk menanyakan rute pada petugas di situ. Tak mau kalah, aku pun ikut-ikutan bertanya. Setelah mendapat cukup informasi, aku bergerak ke pintu keluar. *eh iya, jangan lupa minta peta Bangkok di tourist information, itu yang aku lupa -_-*

Gelap.. matahari masih belum menampakkan diri saat aku meninggalkan Bandara Don Mueang. Dengan berjalan kaki aku melintasi lorong bandara menuju jalan raya yang jaraknya tidak begitu jauh. Saat tiba di tepi jalan, deru kendaraan yang lalu lalang langsung menyapa.

Bersama penumpang lain, aku menunggu bus kota di halte depan bandara. Selang beberapa menit, sebuah bus kota seukuran bus Patas, datang dan berhenti tepat di halte tempatku berdiri. Nomer bus tersebut 29. Seingatku, bus no. 29 adalah bus tujuan stasiun kereta Hua Lamphong yang direkomendasikan petugas di meja tourist information tadi.

Naik Bus Di Bangkok

Bersama-sama dengan penumpang lainnya, aku langsung menyerbu masuk ke dalam bus dan duduk di bangku depan.
(FYI: Kursi paling depan (persis di sebelah kiri kursi driver adalah kursi khusus untuk kernet bus. Jadi, jangan duduk di situ yah.. kalo ga kebagian duduk ya berdiri aja ;)

Oya, bus kota di Bangkok tidak dilengkapi dengan tulisan romawi, yang terlihat hanya nomer bus dan huruf aksara Thai. Jadi, kalo kamu niat nge-bus saat jalan-jalan di Bangkok, jangan lupa browsing terlebih dahulu nomer-nomer bus beserta tujuannya, biar ga nyasar ;)