Bersama Ika, one of my buddy, rencana mantai pun disusun. Aku yang sudah lama mengincar Pulau Pari, langsung menghubungi beberapa operator wisata, yang aku cari via internet, yang membuka trip ke pulau tersebut.
FYI: Saat ini marak sekali operator-operator wisata yang membuka rute wisata ke beberapa pulau di kepulauan seribu. Selain biayanya relatif murah (kalo perginya rame-rame-red), dengan jasa operator wisata ini semua kebutuhan kita selama berwisata disediakan dan dijamin oleh pihak operator. So, all we do just having fun.. :) Hanya saja, yang perlu kamu perhatikan adalah operator tersebut bukan operator bodong/abal-abal. So, baiknya tanya-tanya temen yang udah pernah kesana deh biar aman.. ;)
Walopun begitu.. kalo kamu mau bekpekeran ke P. Pari juga bisa. Hanya saja, agak sulit mencari penginapan saat weekend. Karena menurut guide yang aku temui di P. Pari, saat weekend tiba, P. Pari dipenuhi oleh ribuan wisatawan yang mayoritas berasal dari Jakarta.
"Bisa sampai 4.000 orang pengunjung Mbak. Kalo pengunjung sudah overload seperti itu, kami terpaksa harus menolak orang yang ingin berlibur di sini. Udah kepenuhan Mbak," tuturnya.
Jadi, kalo mo bekpekeran ke pulau ini, kenapa ga coba bawa tenda or sleeping bag?.. tidurnya di pantai ;)
Angke - P. Pari
Sekitar pkl. 06.30 pagi (15/06/13), aku dan beberapa peserta trip tiba di pelabuhan lama Muara Angke. Sambil menunggu peserta lain, yang mayoritas tidak aku kenal (belum pernah bertemu sebelumnya), kami duduk-duduk di bangku penjaja makanan dan minuman ringan di pinggir pelabuhan. Hari itu, ada 16 orang (14 dewasa + 2 anak-anak) yang berhasil aku dan Ika kumpulkan dalam waktu seminggu! untuk ikut trip ke P. Pari


